Transportasi mengatur tentang transportasi umum. Tentunya, fenomena ini seharusnya

Transportasi
memang sudah menjadi kebutuhan manusia sejak zaman dahulu. Dimulai dari
penemuan roda yang sederhana sampai sekarang dengan penciptaan kendaraan
listrik yang semakin kompleks dan canggih. Transportasi yang tadinya dikendarai
oleh manusia sampai dengan self-driving
vehicle. Namun, kita hanya akan
membahas bagaimana kendaraan umum memiliki dampak yang sangat besar dalam
kehidupan masyarakat sosial. Sebagaimana kita tahu bahwa transportasi umum,
seperti angkutan kota (Angkot), taksi, busway, ojek, bajaj, kereta listrik dan
berbagai kendaraan umum lainnya. Harganya yang juga sangat terjangkau membuat
kebanyakan kumpulan masyarakat nyaman dengan fasilitas publik yang satu ini.
Namun, dengan beriringnya zaman model transportasi umum juga berubah mengikuti
perkembangan zaman. Fasilitas-fasilitas yang ada dalam transportasi itupun
semakin canggih. Tidak heran dari model kendaraan yang digunakan sampai dengan
cara memesan kendaraan yang diinginkan manusia semakin dimanjakan dengan
canggihnya teknologi yang dihasilkan. Transportasi online merupakan salah satu
arus teknologi yang dihasilkan pada zaman ini. Dimana kita bisa mengunduh
aplikasi mana yang diinginkan, memasukkan data untuk log-in, dan kita bisa memesan mode kendaraan apa yang diinginkan
dan ingin kemana kita ingin pergi. Meski membawa kemudahan bagi para pelanggan,
para supir kendaraan konvensional awalnya mulai protes akan keadaan hal ini
karena otomatis jika tidak masuk partnership
yang menguasai transportasi online (Gojek, Grab, Uber) mereka akan tersingkirkan
dari peradaban zaman. Di tengah
kemajuan teknologi seperti sekarang ini keberadaan transportasi online tidak
bisa dihindari. Selain itu, transportasi online juga mendapat tempat di hati
masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi tersebut1. Kebanyakan
orang akan puas dengan kualitas yang baik dan mereka tidak akan ragu untuk
membayar harga yang lebih mahal dari harga transportasi yang konvensional. Di Indonesia, fenomena transportasi
online terganjal dalam hal regulasi dan
kejelasan payung hukum yang mengatur tentang transportasi umum. Tentunya,
fenomena ini seharusnya dapat disikapi sebijak mungkin dan dapat dengan segera
diberikan payung hukum yang jelas karena tidak dapat dipungkiri bahwa transportasi
online ini sangat mengangkat pendapatan driver
yang bergabung yang mana merupakan bagian dari mensejahterakan karyawannya dan
dalam hal teknologi dapat memperbaiki sistem transportasi menjadi lebih baik
yang memudahkan akses bagi para penggunanya2. I.                 
PEMBAHASAN

Perlu
diketahui bahwa meskipun penggunaan transportasi online sudah sering digunakan
dalam kehidupan kita sehari-hari. Penggunaan transportasi umum yang
konvensional memang sudah jarang digunakan oleh kebanyakan. Kini kebanyakan
orang beralih dengan penggunaan transportasi online yang berbasis aplikasi.
Tentunya para pengemudi transportasi konvensional sangat merasa terancam akan
hal ini. Banyak protes yang dilakukan mereka untuk menolak kehadiran jenis
transportasi yang baru ini. Hal negatif dalam masalah transportasi online ini
juga mengenai masalah hukum. Permaslahan hukum yang mengatur transportasi
online sampai saat ini belum bisa dikatakan berhasil untuk mengikat dan
mengatur perusahaan-perusahaan online ini. Bayangkan saja untuk masalah belanja
online belum ada hukum yang bisa mengatur masalah ini. Hal ini yang menjadi
masalah yang harus diperhatikan karena banyak masyarakat, khususnya pengemudi
kendaraan konvensional yang protes mengenai masalah ini. Di sisi baiknya, para
pelanggan dari transportasi online sebaliknya lebih mendukung transportasi ini
karena dianggap lebih nyaman untuk menggunakan jenis transportasi ini
dibandingkan yang konvensional. Mulai dari kemudahan, keefektifan, dan
kenyamanan yang disuguhkan dari transportasi ini. Tidak perlu lagi kita perlu
menunggu di pinggir jalan untuk menunggu angkutan atau kendaraan yang akan
datang. Kita hanya perlu memesan jenis transportasi apa yang ingin kita gunakan
dan ingin kemana tujuan kita untuk pergi. Di aplikasinya akan muncul siapa
pengemudinya, nomor platnya, dan berapa harga yang harus kita bayar.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Menurut pakar manajemen pemasaran, Rhenald
Kasali dia mengatakan, “Pesaingnya (taksi konvensional) bukan sesama bisnis taksi,
melainkan para pembuat aplikasi yang mempertemukan para pemilik mobil pribadi
dengan calon konsumen yang membutuhkan jasa angkutan. Selamat datang di
peradaban sharing economy. Efisiensi menjadi kenyataan karena kita saling
mendayagunakan segala kepemilikan yang tadinya ide dari owning economy.
Hadirnya aplikasi (online) ini membuat bisnis taksi tersaingi. Begitulah, kita
tak bisa membendung teknologi. Ia akan hadir untuk menghancurkan bisnis yang
sudah mapan, yang tak bisa beradaptasi dengan perubahan. Persis kata Charles
Darwin, bukan yang terkuat yang akan bertahan, tetapi yang mampu beradaptasi
dengan perubahan. Intinya jangan menentang. Berdamailah dengan perubahan.”3 

            Memang perusahaan transportasi online konvensional saat
ini sedang mengalami masa yang sulit. Konsumen juga sekarang bisa dengan
mudahnya memesan transportasi berbasis digital yang bisa dipesan dengan
aplikasi. Semua orang dapat mengunduhnya karena gratis.

II.              
KESIMPULAN

Jadi,
saat ini orang memiliki banyak pilihan di zaman digital ini. Mulai dari masalah
transportasi konvensional ataupun online. Tidak semua orang akan setuju dengan
transportasi online. Dikarenakan tidak semua orang memiliki hp android ataupun
iOS. Sehingga, kebanyakan orang yang berada di pedalaman akan lebih memilih
transportasi konvensional dibandingkan yang online. Itu semua masalah pilihan
yang ada pada tiap orang.