Sistem pelajari dari perkuliahan Sistem Thinking merupakan sistem yang

Sistem
permodelan berkaitan dengan sistem thinking. Sistem thinking jarang dikenal
oleh masyarakat umum, beberapa dari mereka mungkin hanya mengetahui maksudnya
dari kata Sistem dan Thinking. Secara singkat sistem merupakan sekelompok
komponen yang bekerja bersama-sama untuk tujuan tertentu, sedangkan thinking
merupakan bahasa inggris dari kata berpikir. Jadi, sistem thinking adalah
sebuah konsep untuk memahami permasalahan-permasalahan yang kompleks dan
perubahan-perubahan yang terjadi didalamnya. Dan yang telah saya pelajari dari
perkuliahan Sistem Thinking merupakan sistem yang mengajak kita untuk berpikir
dalam memahami permasalahan yang ada dengan menyimbangkan pemikiran holistik
dan pemikiran reduksionis.  Syarat untuk
memulai sistem thinking adalah adanya kesadaran untuk mengapresiasi dan
memikirkan suatu kejadian sebagai sebuah sistem, baik itu kejadian fisik maupun
non fisik berdasar dari pikiran sebagai proses kerja atau dapat berkaitan keseluruhan
interaksi masing-masing unsur.

Sedangkan
model adalah representasi atau formalisasi dari suatu sistem yang nyata. Model
dapat digunakan untuk menjelaskan, menggambarkan, atau memperkirakan  karakteristik dan perilaku dari suatu sistem
alami atau buatan. Sama halnya sebuah gambar yang menggambarkan banyak kata,
sehingga jika model ini dimasukan dalam lingkup sistem maka dapat menerangkan
seluruh aktivitas nyata dari sebuah sistem dalam bentuk yang lebih sederhana
yang ada pada bentuk gambar tersebut (holistik). Model juga dapat dibentuk dari
sistem yang sudah ada sebagai cara untuk memahami sistem tersebut dengan lebih
baik dan sebagai cara untuk mendokumentasikan persyaratan bisnis atau desain
teknis.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pemodelan
sistem adalah sebuah studi mengenai bagaimana menciptakan atau mengembangkan
model dari sebuah situasi permasalahan. Maksudnya dari sebuah model itu berasal
dari adanya suatu permasalahan yang kemudian akan di implementasikan menjadi
wujud nyata. Proses modeling adalah teknik mengola dan mendokumentasikan
struktur dan aliran data melalui proses sistem atau logika, kebijakan dan
prosedur yang akan di implementasikan oleh suatu proses sistem..

Pada
umumnya Sistem thingking merupakan aplikasi teori dan konsep sistem formal
terhadap pemecahan masalah sistem. Teori dan konsep sistem membantu kita mengetahui
bagaimana sistem dikelola dan bagaimana juga dengan cara kerjanya. Teknik
membantu kita untuk mengaplikasikan konsep dan teori untuk membangun sistem
real-world.

1.     
Konsep proses

Sistem
kata lain dari metode atau proses. Misalnya tentang sistem pendidikan, sistem
informasi, sistem manajemen, sistem bisnis dan sebagainya, dalam semua model
sistem tersebut menunjukan bahwa sistem adalah proses.

Dalam
analisis sistem, model digunakan untuk menyajikan sebuah sistem. Proses
pemodelan yang paling sederhana dari sebuah sistem itu terdapat pada input,
ouput, dan sistem itu sendiri yang nantinya ditampilkan atau dijadikan sebagai
suatu proses. Sistem proses mendefiniskan batasan sistem dengan kata lain
sistem itu berada dalam batasan tersebut, sedangkan proses diluar batasan itu
adalah lingkungannya. Sistem mempertukarkan antara input dan output dengan
lingkungan disekitarnya. Karena lingkungan selalu berubah maka sistem yang
didesain dengan baik memiliki feedback dan kontrol yang memungkinkan penyesuaian
sistem dengan perubahan kondisi tertentu.

2.     
Dekomposisi
proses

Dekomposisi
adalah kegiatan menguraikan sistem kedalam subsitem, proses dan subproses
komponennya. Tiap tingkatan ringkasan menampilkan detail yang lebih banyak atau
lebih sedikit sesuai dengan keinginan mengenai keseluruhan sistem atau subsistem
tersebut.

Dekomposisi
diagram adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan dekomposisi sistem yang
bisa disebut juga dengan bagan hierarki, menunjukan dekomposisi yang fungsional
top-down dan struktur sistem. Dekomposisi diagram merupakan alat perencanaan
untuk model proses yang lebih detail, yaitu diagram aliran data.

A.    
Hubungan Model
dengan Sistem

Model diperlukan
karena :

1.     
Eksperimen
secara langsung itu mahal, sulit dan bahkan bisa dibilang tidak memungkinkan.

2.     
Memungkinkan
untuk proses analisis dan manipulasi.

Dari pemahaman
sebelumnya bahwa pemodelan sistem itu merupakan sebuah studi mengenai bagaimana
menciptakan atau mengembangkan model dari sebuah situasi permasalahan. Yang
dimana model akan muncul saat ada suatu permasalahan yang nantinya akan
membantu dalam proses implementasian dari penyelesaian masalah tersebut.

B.    
Klasifikasi
model

1.     
Fungsi

·       
Deskriptif

·       
Prediktif

·       
Normatif

2.     
Struktur

·       
Ikonik

·       
Analog

·       
Simbolik

3.     
Referensi
waktu

·       
Statis

·       
Dinamis

4.     
Derajat
ketidakpastian

·       
Deterministik

·       
Probabilistik

·       
Uncertainly

5.     
Derajat
generalisasi

·       
Spesifik

·       
Umum

6.     
Lingkungan

·       
Tertutup

·       
Terbuka

7.     
Derajat
kuantifikasi

·       
Kualitatif

·       
Kuantitatif

8.     
Dimensi

·       
Tunggal

·       
Majemuk

 

C.    
Tujuan
model

ada 2, yaitu :

1.     
Tujuan
akademik

·       
menjelaskan
sekumpulan fakta

·       
mencari
konfirmasi

2.     
Tujuan
manajerial

·       
Sebagai
alat pengambilan keputusan

·       
Sebagai
proses belajar

·       
Sebagai
alat komunikasi

 

D.   
Manfaat
model

1.     
Dapat melakukan percobaan pada situasi
kompleks

2.     
Menghemat
biaya

3.     
Menghemat
waktu

4.     
Berfokus
pada karakteristik penting permasalahan

 

E.    
Prinsip
dasar pemodelan

1.     
Prinsip elaborasi ? START SIMPLE !

2.     
Prinsip
analogi (prinsip synectics) ? USE SIMILARITY !

3.     
Prinsip
iteratif ? REFINE IT AGAIN AND AGAIN !

Prinsip Elaborasi

Model sederhana

dielaborasi

Model
representatif

 

 

Syarat prinsip
elaborasi :

1.     
Gunakan
asumsi ketat dalam hal jumlah, sifat dan hubungan antar variabelnya.

2.     
Asumsi
yang digunakan harus konsisten, independen, ekuivalen dan relevan.

Contoh : Nilai
Saham

Asumsi :

·       
Investor
bersifat rasional dan mempunyai world view : maximizing economic gain.

·       
Investor
mempunyai ekspektasi return yang konstan selama masa periode investasi.

·       
Perusahaan
tumbuh dengan laju yang konstan selama masa periode investasi.

·       
Periode
investasi tidak terbatas.

Prinsip Analogi (Prinsip Synectics)

Prinsip analogi
merupakan prinsip yang dimana pemecahan masalah dilakukan dengan mentransfer
hukum, prinsip atau teori dari suatu fenomena atau sistem yang sudah dikenal
atau diketahui.

Contoh : Time-cost
trade off

Prinsip Iteratif

Pengembangan
model adalah proses iteratif, bukan proses linear dan mekanistik.

Tiga komponen
utama prinsip iteratif adalah :

1.     
Pengembangan
model awal.

2.     
Model
yang memadai.

3.     
Tingkat
kompleksitas yang diinginkan sebagai dasar penghentian proses iteratif.

 

F.     
Proses
pemodelan

1.     
Identifikasi masalah

2.     
Karakteristik
sistem

3.     
Formulasi
model

4.     
Estimasi
parameter dan solusi

5.     
Analisis
model

6.     
Validasi
model

7.     
Implementasi

 

G.   

Sistem Nyata
 

Teori, prinsip,
hukum, konsep, asumsi, postulat, pengalaman, lingkup observasi

Tahapan dalam pemodelan sistem

Masalah

Tujuan studi

Model konseptual

Formulasi model

Parameterisasi

Pendekatan sistem

Pengumpulan data

Validasi model

Implementasi
model

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

H.   
Kriteria
evaluasi model

1.     
Tingkat
kepresisian.

2.     
Validitas.

3.     
Ketetapan
(constancy).

4.     
Ketersediaan
taksiran untuk variabel.

5.     
Interpretasi
dan implementasi model.

I.1 Kriteria model yang baik

1.     
Tingkat
generalisasi yang tinggi.

Makin tinggi
makin baik ? tingkat kemampuan pemecahan masalah juga akan makin besar

2.     
Mekanisme
trasnparansi.

Diketahui
mekanisme pemecahan masalah ? melakukan rekonstruksi

3.     
Potensial
untuk dikembangkan.

Membuka
kemungkinan pengembangan model

4.     
Peka
terhadap setiap perubahan asumsi.

Tidak pernah
berakhir ? ada celah untuk berasumsi

Berdasarkan
hubungan model dengan sistem yang sudah dijelaskan sebelumnya, untuk memodelkan
suatu sistem kita harus tahu bagaimana gambaran dari permasalahan yang ada
serta hubungan antar komponen, variabel dan sub-sub lainnya. Ada metode lain
untuk menggambarkan situasi yang kompleks yaitu, Block Diagram dan Rich Picture
(Mind Mapping).

Rich Picture Diagram (RDP)

Metode yang
dimana merupakaan alat manajemen ilmiah untuk menggambarkan hubungan antar
eleman dari suatu sistem secara kompleks atau analisis situasi mengenai topik
yang sedang dipelajari atau merupakan ringkasan kondisi sistem yang digambarkan
dengan lebih berwarna.

Petunjuk
pembuatan RDP :

1.     
Pahamilah
cakupan dari masalah yang muncul yang bersifat aktual dan potensial.

2.     
Rich
picture berisi penjelasan simbol yang langsung atau gamblang.

3.     
Rich
picture tidak ada akhirnya.

4.     
Tidak
ada versi terbenar dalam pembuatan rich picture.

Beberapa
kesalahan yang sering terjadi dalam pembuatan RDP

1.     
Setiap
gambar dihubungkan dengan gambar lainnya.

2.     
Penggunaan
tanda panah yang berlebih yang bisa mengakibatkan kerqncuan dalam stuktur
sistem pada rich picture.

3.     
Menghapus
petunjuk yang mengarahkan pada masalah-masalah potensial.

Penggunaan rich
picture

1.     
Alat
ideal untuk berkomunikasi mengenai situasi yang rumit dan bermasalah.

2.     
Keterkaitan
antar elemen serta hubungan yang terjalin langsung maupun tidak lebih mudah
dilihat.

3.     
Memudahkan
indentifikasi pemilik masalah dan membantu dalam mengidentifikasi potensi
masalah dan konflik.

4.     
Membantu
dalam pembuatan batasan dan cakupan masalah.

 

I.      
Langkah-langkah
membangun sebuah model :

1.     
Problem Definition

Menentukan
problem utama dalam sistem yang akan diselesaikan.

2.     
Indentify
the component

Menentukan
karakteristik sistem. Meliputi tujuan sistem (objective).

3.     
Draw
a conceptual model if possible

Gambar model
tersebut dalam rich picture dan block diagram.

4.     
Select
methodology

Pilih metode
yang akan digunakan.

5.     
Formulate
a model

Buat model rumus
matematis dari permasalahan tersebut.

6.     
Model
validation

Untuk mengecek
apakah sesuai dengan kondisi nyata.

7.     
Implementation

Model dapat
diklasifikasikan menjadi beberapa bagian macam model. Metode penyelesaian
masalah, antara lain :

·       
Hard
OR/ Hard System Approach

Pendekatan penyelesaian masalahnya
dengan cara melakukan pendekatan secara kuantitatif atau matematik sehingga
dapat dihitung secara eksak.

·       
Soft
OR/ Soft System Approach

Pendekatan Penyelesaian
masalahnya dengan melakukan pendekatan secara tidak kuantitatif, yaitu dengan
pendekatan kesisteman ide, pengalaman, dan lain-lain.