Latar bahwa telah terjadi peningkatan penggunaan kantong plastik dalam

Latar Belakang

 

Pada
tahun 1852, Alexander Parkes menciptakan plastik dan telah menjadi salah satu
komoditas yang paling banyak digumakan di dunia. Plastik telah menjadi bagian
yag tak terpisahkan bagi kehidupan manusia dan hamper selalu ada pada semua hal
yang kita lakukan. Penggunaan plastik yang berlebihan mampu menimbulkan bahaya
nagi manusia, hawan dan tumbuhan. Masalah utama yang ditimbulkan adalah ketika
plastik tersebut tidak digunakan lagi dan dibuang sembarangan. Plastik memakan
waktu dari 5 hingga 6 dekade agar terurai.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Sebagaimana
yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini
telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia.
Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk
dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per
menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta
pohon ditebang.

 

 

1.2 Tujuan

1.      Memahami
efek negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan kantung plastik yang berlebihan.

2.      Memahami
kebijakan kantong plastik berbayar.

3.      Memberi
pendapat mengenai kebijakan kantong plastik berbayar.

 

 

1.3 Pertanyaan

1.      Apakah
dengan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar mampu mencegah penumpukan
limbah plastik?

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

ISI

 

            Setiap tahun masyarakat Indonesia
dilaporkan memakai 100 miliar kantong plastik. Kebiasaan masyarakat Indonesia
memakai kantong plastik yang didapat secara gratis sudah sangat
mengkhawatirkan. Berdasarkan perhitungan tersebut, setiap orang di Indonesia
menggunakan sekitar 700 tas plastik per tahun atau kira-kira dua kantong
plastik dalam sehari. Ironisnya, banyak dari sampah kantong plastik tersebut
tidak sampai ke tempat pembuangan sampah dan hanya sedikit yang akhirnya dapat
didaur ulang

Kebijakan
plastik berbayar mulai diberlakukan pada tanggal 21 Februari tahun 2016 yang
bertepatan di Hari Peduli Sampah Nasional. Setiap masyarakat yang berbelanja di
pasar atau swalayan wajib membayar Rp200,00 per lembar plastik. Menurut
pemerintah, kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi penggunaan plastik dan
menekan dampak buruk limbah plastik terhadap lingkungan. Indonesia bukan negara
pertama yang menempuh kebijakan kantong plastik berbayar. Wales (Inggris) dan
Hongkong yang sudah mendahului menunjukkan hasil yang memuaskan. Di Hongkong
upaya tersebut bahkan bisa menurunkan konsumsi plastik sampai 73 persen.

Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan
penggunaan kantong plastik dalam 10 tahun terakhir. Sekitar 9,8 miliar lembar
kantong plastik digunakan masyarakat Indonesia yang hampir 95 persennya menjadi
sampah. Diet kantong plastik dan kantong plastik berbayar diharapkan dapat
menekan laju tersebut hingga 70 persen dalam setahun, sejalan dengan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional pemerintah terkait pengurangan sampah
nasional sekitar 11 persen pada tahun 2016. Pelaksanaan kebijakan plastik
berbayar ini akan diberlakukan secara bertahap yang dimulai dari tempat
perbelanjaan ritel menuju ke pasar tradisional atau lainnya. Dengan adanya
kebijakan ini pemerintah optimis dapat mencapai dan mewujudkan Indonesia bebas
sampah plastik pada Tahun 2020.

Banyak
yang mengeuhkan bawasannya kebijakan tersebut tidaklah efektif. Beberapa orang menanggapi bahwa seharusnya
swalayan atupun supermarket seharusnya bertanggung jawab atas ketersediaan
tempat yang nantinya akan digunakan oleh kunsumen untuk meletakkan
barang-barang yang dibeli. Namun kebanyakan dari masyarakat tidak sadar akan
dampak yang lebih berbahaya yang nantinya akan ditimbulkan oleh penggunaan
kantong plastik yang terlalu sering. Dampak itu tersendiri diakibatkan oleh
kebiasaan masyarakat Indonesia yang masing membuang sampah sembarangan atau
tidak mengelola sampah dengan baik.

Kebijakan
yang seharusnya juga digalakkan adalah menekan produksi plastik, bukan hanya
mengubah perilaku masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik. Sampah
plastik yang menumpuk tentunya akan susah terurai dan memakan waktu yang lebih
lama. Padahal dengan diberlakukannya kebijakan tersebut, masyarakat seharusnya
mendukung upaya pemerintah untuk melindungi dan merawat lingkungan. Dari
kebijakan ini pula banyak produsen tas berlomba-lomba meluncurkan beberapa
produk tas belanja yang ramah lingkungan seperti Eco Bag. Beberapa orang
menilai bawasannya apa yang dilakukan produsen tersebut juga mampu membantu
pemerintah. Masyarakat seharusnya menjadi lebih sadar akan pencemaran dampak
limbah plastik.

 

 

BAB III

SIMPULAN

 

 

3.1 Kesimpulan

            Kesimpulan
yang dapat diambil adalah  bahwa
kebijakan plastik berbayar mampu membantu menekan produksi limbah plastik di
Indonesia. Kebijakan yang seharusnya juga digalakkan adalah menekan produksi
plastik, bukan hanya mengubah perilaku masyarakat untuk tidak menggunakan
kantong plastik.  Masyarakat  seharusnya sadar akan dampak yang akan terjadi
dan beralih  kepada bahan yang dapat
didaur ulang. Mengetahui limbah plasik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk
hancur.

 

x

Hi!
I'm Brent!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out