LATAH Berbicara merupakan suatu proses berkomunikasi, sebab didalamnya terjadi

LATAH EKOPRAKSIA PADA PRIA BERUMUR 35 TAHUN DI
SIDOARJO JAWA TIMUR

 

Vivi Oelviati (15020074068)

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

[email protected]

 

ABSTRAK

 

                        Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku
latah ekopraksia yang dialami oleh seorang pria pedagang sayur keliling berumur
35 tahun. Latah merupakan perbuatan menirukan perkataan, perbuatan, atau
mengeluarkan kata secara spontan ketika dikejutkan oleh orang lain. Faktor yang
menyebabkan terjadinya latah bermacam-macam. Faktor pemberontakan,
pengondisian, maupun kecemasan bisa jadi menjadi akibat seseorang mengidap
gangguan berbahasa tersebut. Terdapat empat jenis latah yakni Ekolalia,
Ekopraksia, Koprolalia, dan Automatic Audience. Latah ekopraksia berfokus pada
perbuatan atau gerakan tubuh seseorang yang spontan ketika orang lain
mengejutkannya dengan melakukan suatu gerakan pula. Penelitian ini memiliki
subjek yaitu seorang pria berusia 35 tahun yang memiliki gangguan berbahasa
latah. Pria tersebut akan menirukan gerakan seseorang yang mengagetinya. Jika seseorang
mengagetinya dengan berkata keras dan melakukan gerakan menembak maka yang
dilakukan oleh pria tersebut yakni melakukan gerakan menembak pula dengan
berkata dor dor dor.

 

 

Kata kunci: gangguan berbahasa,
latah, ekopraksia

 

 

 

A.    Pendahuluan

Berbicara merupakan suatu proses berkomunikasi, sebab didalamnya
terjadi pesan dari sumber ke tempat lain. Berbicara untuk mengekspresikan,
menyatakan, serta menyampaikan ide, pikiran, gagasan, atau isi hati kepada
orang lain dengan menggunakan bahasa lisan yang dapat dipahami oleh orang lain.

Berbahasa merupakan salah satu perilaku dari kemampuan manusia,
sama dengan kemampuan dan perilaku untuk berpikir, bercakap-cakap, bersuara
ataupun bersiul. Berbahasa yaitu kegiatan proses memahami serta menggunakan
isyarat komunikasi yang disebut bahasa. Alat bicara yang baik tentu akan
mempermudah berbahasa dengan baik pula. Akan tetapi mereka yang memiliki
kelainan pada  fungsi otak dan bicaranya,
baik produktif maupun reseptif. Inilah yang disebut sebagai gangguan berbahasa.

Gangguan berbahasa tersebut akan mempengaruhi proses berkomunikasi
dan berbahasa. Faktor yang mempengaruhi adanya gangguan berbahasa,
faktor-faktor tersebut menimbulkan gangguan berbahasa.

Terdapat
beberapa gangguan berbicara antara lain berbicara manja, berbicara kemayu,
gagap, dan latah. Latah sendiri juga terbagi lagi menjadi empat jenis. Yakni Ekolalia, Ekopraksia, Koprolalia, dan
Automatic Audience.

 

            Rumusan Masalah

                        Pada latar belakang di
atas maka rumusan masalahnya adalah: Bagaimana perilaku latah ekopraksia pada pria berumur 35 tahun
(Sugiono/ Pak No) di Sidoarjo, Jawa Timur?

 

Tujuan
Masalah

                        Pada rumusan masalah di
atas maka tujuan dari masalah tersebut adalah: Untuk mengetahui perilaku latah ekopraksia pada pria berumur 35 tahun
(Sugiono/ Pak No) di Sidoarjo, Jawa Timur.

B.     Metode
Penelitian

Metode
yang dilakukan dalam penelitian ini yakni metode kualitatif. Dalam kajiannya,
penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Metode tersebut
menjelaskan data secara natural atau alamiah, keadaan yang sebenarnya tanpa disertai
anggapan, dan apa adanya.

Oleh
karena itu, data-data yang diteliti didapatkan melalui wawancara dan pengamatan
langsung dicatat dan diteliti sehingga metode ini bersikap deskriptif. Penelitian
dibuat dengan dua tahapan yakni pengamatan langsung beserta dengan wawancara
dan pengamatan tersebut lalu diteliti dan disimpulkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.     Pembahasan

 

D.    Simpulan

 

 

 

 

Daftar Rujukan

 

Chaer, Abdul. 2011. Psikolinguistik Kajian Teoritik.
Jakarta: PT. RINEKA CIPTA